Selasa, 18 Juni 2019

MEMAKNAI MTQ MENYONGSONG MTQ TINGKAT KEC LIMBUR LUBUK MENGKUANG KE VII PADA AKHIR JULI AKAN DATANG


MEMAKNAI MUSABAQAH TILAWATIL QURAN MENYONGSONG MTQ TINGKAT KECAMATAN LIMBUR LUBUK MENGKUANG KE VII DIAKHIR JULI AKAN DATANG

Setiap tahun kita melaksanakan MTQ. Pertanyaannya, Makna bersama apa yang harus tumbuh? Perjuangan dan ajaran apa lagi yang harus dilakukan?
Memaknai seremoni MTQ merupakan masa di mana tumbuh kesadaran bersama untuk proses meng-internalisasi nilai-nilai Alquran, memupuk kecintaan generasi muda terhadap Alquran, dan mengamalkan ajaran Alqur’an.
Memaknai seremoni MTQ seharusnya dipahami bukan sekadar ritual usang seremoni saja. Seremoni MTQ ini memiliki makna penting bahwa sebuah daerah yang berkembang selalu mengevaluasi diri sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan menyadari tantangan demi tantangan yang tidak lebih ringan.
Kita masygul bila memaknai seremoni MTQ kerap hanya bermakna rutinitas tahunan saja; saat para elite memaknai seremoni MTQ, dan melupakannya begitu upacara dibubarkan. Semua semangat untuk membawa bangsa ini tertelan dalam aktivitas sehari-hari yang lebih mendorong sikap instan dan pragmatis.
Setidaknya ada 3 (Tiga) gagasan dalam memaknai MTQ Ini
Pertama, MTQ adalah proses internalisasi nilai-nilai Alquran dan memupuk kecintaan generasi muda terhadap Alquran. Kedua tujuan ini seharusnya yang menjadi na-waytu (baca niat) pihak penyelenggara. Ini penting karena secara teologis nilai dari setiap aktivitas sangat bergantung pada niatnya. Bahwa menjadi juara merupakan sesuatu yang penting, tetapi tidaklah menjadi tujuan yang primer, cukup hanya sekunder. Kedua tujuan di atas mendapat justifikasi yang kuat dari banyak dalil, terutama yang mengingatkan umat Islam tentang pentingnya membaca Alquran dan meng-internalisasikan nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk itu kajian Alqur’an terus digiatkan dalam masyarakat dalam rangka meningkatkan pemahaman yang utuh dan benar untuk mencapai itu semua tentu masyarakat memerlukan bimbingan dari ulama yang berkompeten dibidangnya. Peran ulama serta Abuya, Kyai atau ustad secara bersama dibutuhkan untuk meningkatkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama islam di tanah Limbur Lubuk Mengkuang dengan motto mengatakan “Iman dan Taqwa”. Tentunya, nilai-nilai yang menjadi motto atau pandangan hidup dalam masyarakat perlu ditumbuhkembangkan melalui proses pendidikan fomal maupun informal. Nilai-nilai islam haruslah dijadikan rujukan utama dalam lingkungan kehidupan keluarga, sosial dan masyarakat ditengah arus globalisasi serta pergeseran nilai-nilai norma dan perilaku masyarakat saat ini.
Kedua, Penyelenggaraan MTQ seyogyanya menjadi salah satu media syiar kebajikan. Bahwa membaca dan mempelajari serta mengamalkan ajaran Alqur’an ditengah derasnya arus perubahan sosial dewasa ini yang menjadi sangat penting sampai kapanpun. Umat islam akan mencapai puncak kemajuan dan kejayaannya dalam berbagai bidang jika berpegang teguh pada ajaran Alqur’an. Inilah kayakinan yang harus dikobarkan secara terus menerus yang merupakan sebuah nilai dalam sanubari setiap umat islam. Sebagaimana keyakinan kita sebagai kaum muslimin, Alqur’an menjadi pokok utama yang tidak habis-habisnya untuk digali dan dikaji. Tuntunan yang ada dalam Alqur’an membawa pada kehidupan yang harmonis yaitu saling bertoleransi serta penuh kedamaian serta saling mengenal dan tidak membenci satu sama lainnya. Dengan demikian mengajak seluruh umat manusia untuk bekerjasama dalam kebaikan bukan bekerjasama dalam keburukan. Untuk itu pemahaman yang perlu kita bangun dalam memaknai MTQ ini adalah bukan semata-mata ajang untuk berlatih dan bertanding semua cabang lomba yang ada, akan tetapi semangat pengamalan Alquran harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi media yang efektif dalam mewujudkan masyarakat yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia,.
Dan ketiga, MTQ juga merupakan upaya pencerdasan umat. MTQ juga mendorong masyarakat senantiasa meningkatan kecintaan umat Islam terhadap nilai-nilai yang terkanduing dalam Al Quran. Dalam Al Quran juga menjabarkan berbagai hal tentang ilmu pengetahuan, ilmu keagamaan, ilmu kemasyarakatan, sejarah nilai-nilai Islam serta Al Quran melihat secara realitis umat Islam itu sendiri, Apakah telah dilkukan dalam kehidpan sehari-hari. penyelenggaraan MTQ merupakan ikon kebanggaan Islam dalam menyiarkan nilai-nilai dan semangat alqurani ditengah-tengah masyarakat. MTQ juga dapat dijadikan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan karakter umat yang unggul, pembinaan karakter yang tangguh dalam menghadapi berbagai persoalan dan kita semua berharap MTQ menjadi salah satu media menyebarkan syiar islam dan menjadikan kita untuk tekun membaca, mempelajari dan mengamalkan ditengah arus perubahan sosial dewasa ini.
Menurut asumsi penulis, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) memiliki makna strategis dalam upaya membangun umat yang religius, sejalan dengan visi-misi pembangunan Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang ke depan, yakni “Bersatu Mewujudkan Masyarakat Limbur Lubuk Mengkuang Sejahtera Berlandaskan Iman dan Taqwa”.
Ajaran agama yang terdapat di dalam Al-quran dijadikan sebagai sandaran moral untuk terus membangun dan mengembangkan hubungan yang harhomis antara sesama umat beragama, antar umat beragama dengan umat beragama lainnya, serta antar umat beragama dengan pemerintah.
Kita semua juga berharap agar momentum penyelenggaraan MTQ ini, dijadikan sebagai salah satu wujud kebersamaan untuk terus bergandengan tangan, bahu membahu dan menyingsingkan lengan baju, untuk melakukan yang terbaik dengan menyatukan tekad, menyusun kekuatan dan melangkah bersama bagi kemajuan daerah ini. Karena sesungguhnya masih banyak hal-hal yang masih harus dibenahi dan perbaiki lagi ke depan.
Kepada pemuka agama, alim ulama, qori/qoriah, serta seluruh kaum muslim diharapkan untuk mengembangkan ajaran Al quran di tengah-tengah kehidupan umat melalui amar ma’ruf nahi munkar.
Sekali lagi, karena Wilayah Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang sebagai daerah yang mayoritas masyarakatnya beragama islam, maka sudah selayaknya menampilkan ajaran islam yang merupakan ajaran yang Rahmatan Lil Alamiin, dengan demikian muslim di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkung  seharusnya mampu memainkan peranan penting untuk mencapai kemajuan pembangunan, untuk itu perlu dalam pengamalannya tunjukkan islam yang mampu memberikan kontribusi dalam kehidupan masyarakat.
Kita mesti tetap harus optimis untuk terus membina masyarakat dengan kembali dan kembali ke Al Qur’an. Memahami penyelenggaraan MTQ juga merupakan konsistensi umat Islam dalam implementasi nilai ajaran Islam dalam kehidupan oleh umatnya. Dan MTQ juga memaknai ajaran Islam dalam menjalankan kebajikan dalam ketentuan Al quran oleh umat khususnya masyarakat Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang.

Dengan digelarnya Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ)  Tingkat Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang tahun 2019 yang di gelar di Dusun Pemunyian pada Tgl 26 - 28 juli mendatang akan membawa perubahan secara totalitas pada semua aspek kehidupan. Tentunya, umat Islam kembali pada Alquran, mengimani Alquran, memiliki, mengamalkan, dan mendakwahkannya.

Amin Ya Rabba'alamin

Selasa, 11 Juni 2019

KEZDHOLIMAN PASTI AKAN TUMBANG




Rabu,12 Juni 2019/8 Syawal 1440 H

KEDZOLIMAN ITU AKAN TUMBANG

Allah telah memperingatkan perbuatan dzalim sebagai perbuatan bahaya dan tercela.
Orang yang zalim pasti merasakan pahit merasakan pahit kezalimannya, cepat atau lambat, di dunia dan di akhirat. Sebab, tidak ada dosa yang lebih layak dipercepat siksanya daripada kezaliman. 

Allah berfirman,

وَٱللَّهُ لَا یُحِبُّ ٱلظَّـٰلِمِینَ
"Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,”( Ali ‘Imran: 57).

إِنَّ ٱللَّهَ لَا یَهۡدِی ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّـٰلِمِینَ
“Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim,” (Al Maidah: 51).

Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga memperingatkan bahanya kedzaliman:

إنَّ الله لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ ، فَإِذَا أخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ
“Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada orang yang berlaku zalim. Jika Allah hendak mengazabnya, maka tidak akan membiarkannya lolos”

Kemudian beliau membaca:

وكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ
“Dan begitulah adzab Tuhanmu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya adzab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras”.( Hud: 102). (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi bersabda:

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا , مَعَ مَا يُدَّخَرُ لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ , وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ
“Tidak ada dosa yang patut dipercepat siksanya di dunia oleh Allah kepada pelakunya, selain ia kelak mendapatkan siksaan di akhirat, daripada dosa kezaliman dan memutus tali kekerabatan.” (HR At-Tirmizi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah, dishahihkan Syaikh Al-Albani di dalam Al-Jami, 5704)

Tidak ada keberuntungan bagi pelaku kedzaliman.
إِنَّهُۥ لَا یُفۡلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan beruntung,” (Yusuf: 23).
Sehingga tidak pantas seorang muslim berlaku dzalim dengan kesadarannya dan terang-tetangan.

Kedzaliman menjadi akhir yang tragis di hari kiamat. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda ,

الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Kezhaliman adalah kegelapan di hari kiamat.” (HR Bukhari dan Muslim)

DUNIA TERBALIK



D U N I A   Y A N G  T E R B A L I K

Indonesia mayoritas Islam, tapi, yang paling disudutkan Muslim.

Lebih serem yang pake cadar, dari pada yang pake rok mini.

Lebih serem orang berjenggot, dari pada yang tatoan.

Pake baju tauhid ditangkep, pake baju PKI gapapa.

Lebih curiga sama yang rajin ibadah di mesjid, dari pada orang yang mabok-mabokan dan judi.

Diduga teroris langsung tembak, bandar Narkoba Internasional bisa di nego.

Lebih mentolelir aliran sesat, dari pada syariat.

Dunia sudah kebolak balik?

Yang nyunnah – radikal
Yang nyeleneh – toleran

Yang jilbab syar’i – ekstrem
Yang ga pake jilbab – cantik

Yang menikah lagi - Penjahat
Yang main pelacur - Biasa lelaki

Yang muda sholat 5 waktu – Waspadai
Yang muda ga sholat – masih muda

Yang jenggotan rajin ke masjid – teroris
Yang jenggotan rajin dugem – keren

Yang ke majelis ta’lim pekanan – Fanatik
Yang ke bioskop harian – gaul

Yang hapal Al Qur’an 30 juz – militan
Yang hapal banyak musik – hebat

Yang anaknya di jilbabin – Keterlaluan, melanggar HAM
Yang anaknya pake rok mini – imutnya

Yang pakai baju koko – sok alim
Yang ga pake baju – jantan

Yang hariannya bicara Islam – sok ustadz
Yang hariannya ghibah – up to date

Media islam – radikal
Media porno – kebutuhan
.
Buka Mata Hati Anda hai manusia!

ﺑَﺪَﺃَ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡُ ﻏَﺮِﻳﺒًﺎ ﻭَﺳَﻴَﻌُﻮﺩُ ﻛَﻤَﺎ ﺑَﺪَﺃَ ﻏَﺮِﻳﺒًﺎ ﻓَﻄُﻮﺑَﻰ ﻟِﻠْﻐُﺮَﺑَﺎﺀِ

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.”
 (HR. Muslim no. 208)

Sahabat bertanya siapa kah orang asing itu,
Nabi shallallahu alaihi wa sallam  menjawab:
Mereka ialah orang-orang yang senantiasa melakukan kebaikan di tengah kerusakan.
(HR. Ahmad) .

Dan ingatlah bahwa kalian semua PASTI MATI dan hanya kepada Allah Tabaroka wa Ta'āla kalian akan kembali serta dimintai pertanggung jawaban atas segala perbuatan kalian

Maka segeralah bertobat selagi masih ada waktu

NB: JIKA ANDA MENDUKUNG PERJUANGAN DAKWAH INI, KAMI MINTA DO'ANYA & BANTU SHARE POSTINGAN INI BIAR SEMAKIN BANYAK YANG BISA MEMETIK MANFAAT... DAN SEMOGA BEKAL AMAL JARIYAH BAGI ANDA... AAMIIN…!!!
-
-
-
SHARE = DAKWAH = PAHALA

LATAR BELAKANG PONDOK PESANTREN BABUL 'ULUM


Dibaca sampai selesai... 😊😊😊

LATAR BELAKANG PONDOK PESANTREN BABUL 'ULUM

Assalamualaikum Warahmaullahi Wabarakatuh

Pondok pesantren merupakan salah satu agenda yang sangat penting dalam sejarah pendidikan Indonesia, hal ini muncul pada permulaan abad ke 20 seiring dengan tuntutan zaman meoderenisasi dan perubahan sosial masyarakat muslim Indonesia, Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Agama memainkan peran penting dalam menyukseskan berbagai program pemerintah.
Atas Argumentasi ini terlihat pada keterlibatan pondok pesantren dalam menciptakan insan yang dapat bersaing dalam berbagai aspek kehidupan Masyarakat Dan Pemerintahan.

Wilayah Limbur Lubuk Mengkuang merupakan wilayah yang memiliki masyarakat yang mayoritas bahkan tergolong Muslim secara keseluruhan, yang masih kokoh dengan budaya dan adat ketimuran, yang mana adatnya berpegang dengan pondasi "Adat bersandi syara', Syara' bersandi Kitabullah ",tentunya hal ini sangat membutuhkan penguatan dan pertahanan untuk tetap bisa menciptakan Masyarakat yang sesuai dengan petuah adat tersebut, untuk mewujud itu semua tidak bisa terlepas dari peran pendidikan Islam, terlebih Pondok Pesantren.

Pada sisi lain melihat perkembangan zaman dan kuatnya arus globalisasi serta pengaruh negatif dari berbagai aspek saat ini, dan Minim nya lembaga pendidikan yang sanggup menunjang peningkatan kualitas dibidang keagamaan level pesantren diwilayah Kec Limbur Lubuk Mengkuang, Maka dengan berbagai pandangan Limbur Lubuk Mengkuang sangat membutuhkan wadah untuk memperkuat dan memperdalam ilmu Agama setingkat Pesantren.

Dewasa ini kita mengetahui bahwa Kec Limbur Lubuk Mengkuang pada khususnya sangat membutuhkan dan mengharapkan terwujudnya Pwmbangunan Pondok Pesantren dikarenakan berbagai faktor :
1.Minimnya Pondok Pesantren Yang ada diwilayah Kec Limbur Lubuk Mengkuang yang terdiri dari 14 dusun, hanya ada satu pondok Hiadayatul Mubtadiin di Sekar Mengkuang Sp6
2.Jauhnya jangkauan dari pusat pendidikan lainya
3.dll

Berpijak dari pentingnya pondasi ilmu agama bagi generasi dan masyarakat Limbur Lubuk Mengkuang Khususnya maka kami segenap Pengurus Pondok Pesantren BABUL ' ULUM sangat memohon doa dan dukunganya serta keikut sertanya dalam melanjutkan pembangunan Pondok Pesantren BABUL 'ULUM yang telah kurang lebih 3 tahun vakum. Yang berlokasikan di Jl Poros Limbur Dusun Muara Tebo Pandak Kec Limbur Limbur Lubuk Mengkuang.

Maka untuk memenuhi Niat suci ini tentunya kami mengharap kerja sama dari berbagai pihak dan uluran tangan dari para dermawan. Untuk itu kami memohon keikut sertaan Masyarakat Lumbur Lubuk Mengkuang pada khususnya saling bahu membahu demi terwujudnya Pembangunan Pondok Pesantren BABUL 'ULUM seperti yang kita harapkan.... Amin Ya Rabbalalamin.

Nb: Kami sangat membutuhkan kritik saran dan masukanya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...