MEMAKNAI MUSABAQAH TILAWATIL QURAN MENYONGSONG MTQ TINGKAT KECAMATAN LIMBUR LUBUK MENGKUANG KE VII DIAKHIR JULI AKAN DATANG
Setiap tahun kita melaksanakan MTQ. Pertanyaannya, Makna bersama apa yang harus tumbuh? Perjuangan dan ajaran apa lagi yang harus dilakukan?
Memaknai seremoni MTQ merupakan masa di mana tumbuh kesadaran bersama untuk proses meng-internalisasi nilai-nilai Alquran, memupuk kecintaan generasi muda terhadap Alquran, dan mengamalkan ajaran Alqur’an.
Memaknai seremoni MTQ seharusnya dipahami bukan sekadar ritual usang seremoni saja. Seremoni MTQ ini memiliki makna penting bahwa sebuah daerah yang berkembang selalu mengevaluasi diri sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan menyadari tantangan demi tantangan yang tidak lebih ringan.
Kita masygul bila memaknai seremoni MTQ kerap hanya bermakna rutinitas tahunan saja; saat para elite memaknai seremoni MTQ, dan melupakannya begitu upacara dibubarkan. Semua semangat untuk membawa bangsa ini tertelan dalam aktivitas sehari-hari yang lebih mendorong sikap instan dan pragmatis.
Setidaknya ada 3 (Tiga) gagasan dalam memaknai MTQ Ini
Pertama, MTQ adalah proses internalisasi nilai-nilai Alquran dan memupuk kecintaan generasi muda terhadap Alquran. Kedua tujuan ini seharusnya yang menjadi na-waytu (baca niat) pihak penyelenggara. Ini penting karena secara teologis nilai dari setiap aktivitas sangat bergantung pada niatnya. Bahwa menjadi juara merupakan sesuatu yang penting, tetapi tidaklah menjadi tujuan yang primer, cukup hanya sekunder. Kedua tujuan di atas mendapat justifikasi yang kuat dari banyak dalil, terutama yang mengingatkan umat Islam tentang pentingnya membaca Alquran dan meng-internalisasikan nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk itu kajian Alqur’an terus digiatkan dalam masyarakat dalam rangka meningkatkan pemahaman yang utuh dan benar untuk mencapai itu semua tentu masyarakat memerlukan bimbingan dari ulama yang berkompeten dibidangnya. Peran ulama serta Abuya, Kyai atau ustad secara bersama dibutuhkan untuk meningkatkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama islam di tanah Limbur Lubuk Mengkuang dengan motto mengatakan “Iman dan Taqwa”. Tentunya, nilai-nilai yang menjadi motto atau pandangan hidup dalam masyarakat perlu ditumbuhkembangkan melalui proses pendidikan fomal maupun informal. Nilai-nilai islam haruslah dijadikan rujukan utama dalam lingkungan kehidupan keluarga, sosial dan masyarakat ditengah arus globalisasi serta pergeseran nilai-nilai norma dan perilaku masyarakat saat ini.
Kedua, Penyelenggaraan MTQ seyogyanya menjadi salah satu media syiar kebajikan. Bahwa membaca dan mempelajari serta mengamalkan ajaran Alqur’an ditengah derasnya arus perubahan sosial dewasa ini yang menjadi sangat penting sampai kapanpun. Umat islam akan mencapai puncak kemajuan dan kejayaannya dalam berbagai bidang jika berpegang teguh pada ajaran Alqur’an. Inilah kayakinan yang harus dikobarkan secara terus menerus yang merupakan sebuah nilai dalam sanubari setiap umat islam. Sebagaimana keyakinan kita sebagai kaum muslimin, Alqur’an menjadi pokok utama yang tidak habis-habisnya untuk digali dan dikaji. Tuntunan yang ada dalam Alqur’an membawa pada kehidupan yang harmonis yaitu saling bertoleransi serta penuh kedamaian serta saling mengenal dan tidak membenci satu sama lainnya. Dengan demikian mengajak seluruh umat manusia untuk bekerjasama dalam kebaikan bukan bekerjasama dalam keburukan. Untuk itu pemahaman yang perlu kita bangun dalam memaknai MTQ ini adalah bukan semata-mata ajang untuk berlatih dan bertanding semua cabang lomba yang ada, akan tetapi semangat pengamalan Alquran harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi media yang efektif dalam mewujudkan masyarakat yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia,.
Dan ketiga, MTQ juga merupakan upaya pencerdasan umat. MTQ juga mendorong masyarakat senantiasa meningkatan kecintaan umat Islam terhadap nilai-nilai yang terkanduing dalam Al Quran. Dalam Al Quran juga menjabarkan berbagai hal tentang ilmu pengetahuan, ilmu keagamaan, ilmu kemasyarakatan, sejarah nilai-nilai Islam serta Al Quran melihat secara realitis umat Islam itu sendiri, Apakah telah dilkukan dalam kehidpan sehari-hari. penyelenggaraan MTQ merupakan ikon kebanggaan Islam dalam menyiarkan nilai-nilai dan semangat alqurani ditengah-tengah masyarakat. MTQ juga dapat dijadikan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan karakter umat yang unggul, pembinaan karakter yang tangguh dalam menghadapi berbagai persoalan dan kita semua berharap MTQ menjadi salah satu media menyebarkan syiar islam dan menjadikan kita untuk tekun membaca, mempelajari dan mengamalkan ditengah arus perubahan sosial dewasa ini.
Menurut asumsi penulis, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) memiliki makna strategis dalam upaya membangun umat yang religius, sejalan dengan visi-misi pembangunan Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang ke depan, yakni “Bersatu Mewujudkan Masyarakat Limbur Lubuk Mengkuang Sejahtera Berlandaskan Iman dan Taqwa”.
Ajaran agama yang terdapat di dalam Al-quran dijadikan sebagai sandaran moral untuk terus membangun dan mengembangkan hubungan yang harhomis antara sesama umat beragama, antar umat beragama dengan umat beragama lainnya, serta antar umat beragama dengan pemerintah.
Kita semua juga berharap agar momentum penyelenggaraan MTQ ini, dijadikan sebagai salah satu wujud kebersamaan untuk terus bergandengan tangan, bahu membahu dan menyingsingkan lengan baju, untuk melakukan yang terbaik dengan menyatukan tekad, menyusun kekuatan dan melangkah bersama bagi kemajuan daerah ini. Karena sesungguhnya masih banyak hal-hal yang masih harus dibenahi dan perbaiki lagi ke depan.
Kita semua juga berharap agar momentum penyelenggaraan MTQ ini, dijadikan sebagai salah satu wujud kebersamaan untuk terus bergandengan tangan, bahu membahu dan menyingsingkan lengan baju, untuk melakukan yang terbaik dengan menyatukan tekad, menyusun kekuatan dan melangkah bersama bagi kemajuan daerah ini. Karena sesungguhnya masih banyak hal-hal yang masih harus dibenahi dan perbaiki lagi ke depan.
Kepada pemuka agama, alim ulama, qori/qoriah, serta seluruh kaum muslim diharapkan untuk mengembangkan ajaran Al quran di tengah-tengah kehidupan umat melalui amar ma’ruf nahi munkar.
Sekali lagi, karena Wilayah Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang sebagai daerah yang mayoritas masyarakatnya beragama islam, maka sudah selayaknya menampilkan ajaran islam yang merupakan ajaran yang Rahmatan Lil Alamiin, dengan demikian muslim di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkung seharusnya mampu memainkan peranan penting untuk mencapai kemajuan pembangunan, untuk itu perlu dalam pengamalannya tunjukkan islam yang mampu memberikan kontribusi dalam kehidupan masyarakat.
Sekali lagi, karena Wilayah Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang sebagai daerah yang mayoritas masyarakatnya beragama islam, maka sudah selayaknya menampilkan ajaran islam yang merupakan ajaran yang Rahmatan Lil Alamiin, dengan demikian muslim di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkung seharusnya mampu memainkan peranan penting untuk mencapai kemajuan pembangunan, untuk itu perlu dalam pengamalannya tunjukkan islam yang mampu memberikan kontribusi dalam kehidupan masyarakat.
Kita mesti tetap harus optimis untuk terus membina masyarakat dengan kembali dan kembali ke Al Qur’an. Memahami penyelenggaraan MTQ juga merupakan konsistensi umat Islam dalam implementasi nilai ajaran Islam dalam kehidupan oleh umatnya. Dan MTQ juga memaknai ajaran Islam dalam menjalankan kebajikan dalam ketentuan Al quran oleh umat khususnya masyarakat Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang.
Dengan digelarnya Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang tahun 2019 yang di gelar di Dusun Pemunyian pada Tgl 26 - 28 juli mendatang akan membawa perubahan secara totalitas pada semua aspek kehidupan. Tentunya, umat Islam kembali pada Alquran, mengimani Alquran, memiliki, mengamalkan, dan mendakwahkannya.
Dengan digelarnya Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang tahun 2019 yang di gelar di Dusun Pemunyian pada Tgl 26 - 28 juli mendatang akan membawa perubahan secara totalitas pada semua aspek kehidupan. Tentunya, umat Islam kembali pada Alquran, mengimani Alquran, memiliki, mengamalkan, dan mendakwahkannya.
Amin Ya Rabba'alamin



